Prof. DR. KH. Nasaruddin Umar, MA.
I. Keutamaan Salat Berjamaah
Salat berjamaah memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi dibandingkan salat sendirian (munfarid). Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar, pahala salat berjamaah adalah 27 derajat lebih tinggi dibandingkan salat sendiri.
- Pahala Melimpah: Jika salat sendiri hanya mendapat satu pahala, berjamaah memberikan 27 kali lipat.
- Minimal Jumlah Jemaah: Salat berjamaah minimal dilakukan oleh dua orang (imam dan satu makmum).
- Anjuran dalam Keluarga: Seorang suami hendaknya mengajak istri dan keluarga untuk berjamaah di rumah jika tidak ke masjid. Menunggu istri bersiap (dandan/mandi) sejenak lebih baik daripada salat sendiri-sendiri demi mengejar keutamaan pahala tersebut.
- Kualitas Jemaah: Pahalanya akan lebih sempurna jika jemaah diikuti sejak awal (takbiratul ihram bersama imam) dibandingkan menjadi masbuk yang hanya mendapati rakaat terakhir.
II. Hukum dan Siasat dalam Salat Berjamaah
Ceramah ini juga membahas berbagai situasi praktis dalam pelaksanaan berjamaah:
- Niat Makmum: Seseorang diperbolehkan bermakmum kepada orang yang sedang salat sunah, meskipun niat makmum adalah salat fardu (zuhur/asar), asalkan makmum tidak mengetahui secara pasti jenis salat imam tersebut.
- Kondisi Musafir: Musafir diperbolehkan mengikuti imam yang salat empat rakaat (zuhur) meskipun ia berniat melakukan jamak qasar. Setelah selesai empat rakaat bersama imam, ia dapat berdiri lagi untuk melaksanakan salat asar dua rakaat secara jamak.
- Menghindari Dua Imam: Tidak diperbolehkan ada dua imam dalam satu masjid untuk tujuan yang sama (misalnya dua kelompok salat zuhur secara bersamaan).
- Kriteria Imam: Jika merasa kurang sreg atau tidak khusyuk bermakmum kepada seseorang karena alasan tertentu (misal: pakaian yang kurang sesuai), disarankan menunggu hingga jemaah tersebut selesai, lalu melaksanakan salat berjamaah dengan rombongan sendiri.
III. Keutamaan Salat Arbain dan Waktu Khusus
Terdapat penekanan khusus pada konsistensi dalam melaksanakan salat berjamaah:
- Salat Arbain: Melaksanakan salat fardu berjamaah (mendapatkan takbiratul ihram pertama) selama 40 hari berturut-turut dengan ikhlas akan memberikan dua kebebasan: terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik.
- Salat Isya dan Subuh: * Salat Isya berjamaah setara dengan pahala salat setengah malam.
- Menggabungkan Isya dan Subuh secara berjamaah memberikan pahala salat satu malam suntuk.
IV. Hakikat dan Keutamaan Sujud
Sujud merupakan momen ketika seorang hamba berada pada posisi paling dekat dengan Tuhannya.
- Makna Spiritual: Sujud bukan sekadar menempelkan kepala ke lantai (sajad), melainkan tunduknya isi pikiran dan jiwa di hadapan kebesaran Allah.
- Manfaat Sujud: Setiap satu kali sujud, Allah menuliskan satu kebaikan, menghapus satu keburukan, dan mengangkat satu derajat hamba-Nya.
- Tanda Bekas Sujud: Tanda sujud yang dimaksud dalam Al-Qur’an bukanlah tanda hitam di dahi, melainkan pancaran sifat saleh, tawadu (rendah hati), istiqamah, sabar, qanaah (merasa cukup), dan memiliki rasa malu (al-haya).
- Waktu Berdoa: Karena sujud adalah posisi terdekat dengan Allah, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa saat sujud, terutama pada sujud terakhir dalam salat sunah.
V. Penutup
Ceramah ditutup dengan ajakan untuk selalu mengutamakan panggilan Tuhan di atas kepentingan duniawi (seperti makan atau menonton TV) dan menjaga kejujuran dalam berteman serta mencari rezeki yang halal. Pembahasan berikutnya direncanakan mengenai “Fadilatul Khusyuk” atau keutamaan khusyuk dalam salat.
